DEPOKTIME.COM, Sukmajaya – Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan setelah menghabiskan dana anggaran sebanyak 28 miliar untuk pembangunan gedung baru Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Kota Depok, tetapi para siswa harus membawa meja belajar sendiri dari rumah masing-masing untuk mengikuti aktifitas belajar.
Dari total sebanyak 33 rombongan belajar (Rombel) atau kelas, hanya 17 kelas yang twrsedia fasilitas meja dan kursi. Dan 16 kelas harus rela belajar dengan meja lipat yang dibawa dari rumah.
Atas kondisi tersebut, Kepala SMPN 3 Kota Depok, Ety Kiswandarini menjelaskan bahwa penggunaan meja lipat merupakan hasil kesepakatan dengan para orang tua murid.
“Pihak sekolah memberikan pilihan kepada orang tua murid, jika ingin anaknya masuk sekolah pada pagi hari maka harus bersedia membawa meja lipat karena keterbatasan fasilitas,” ujar Ety kepada awak media, Selasa, 20 Januari 2026.
“Sebaliknya, jika ingin mendapatkan meja dan kursi, siswa harus masuk siang hari untuk bergantian ruangan dengan kakak kelas mereka di kelas 9,” tambahnya.
Kondisi ini dinilai sangat ironis, mengingat gedung baru SMPN 3 menelan anggaran sebanyak 28 miliar. Namun, anggaran fantastis tersebut hanya diperuntukan untuk pembangunan fisik gedung tanpa disertai pengadaan fasilitas seperti meja dan kursi bagi siswa.
Meskipun belajar dengan kondisi seadanya, semangat para siswa dalam menuntut ilmu di SMPN 3 Depok tidaklah surut.
“Saya ngga keberatan harus membawa meja lipat sendiri dari rumah,” ujar seorang siswa, Reno.
Hingga saat ini pihak sekolah dan orang tua siswa masih menunggu adanya pengadaan fasilitas dari pemerintah kota agar proses belajar mengajar kembali normal dan nyaman. (Tim/Udine)












