DEPOKTIME.COM, Depok – Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Bogor, Inneke Kusumawaty, mengapresiasi program ayam petelur yang digarap Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia atau IJTI Depok atas produktivitas ayam petelur mencapai 70 persen.
Hal itu disampaikan Inneke disela-sela kesibukannya saat berkunjung langsung ke lokasi kandang IJTI Depok pada Sabtu, 7 Februari 2026.
Perwakilan dari Kementerian Pertanian atau Kementan itu menilai, pelatihan yang diberikan BBPKH Cinagara pada awal Desember lalu telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas ayam petelur garapan IJTI Depok.
“Saat ini kita sudah melihat perkembangan yang luar biasa. Informasi dari teman-teman menunjukkan produktivitas ayam petelur sudah mencapai sekitar 70 persen. Ini capaian yang sangat baik,” katanya.
Produktivitas tersebut diharapkan terus meningkat seiring dengan konsistensi pengelolaan dan penerapan hasil pelatihan.
Menurut Inneke, momentum jelang Ramadan juga memiliki peluang besar untuk meningkatkan produksi ayam petelur sekaligus pendapatan peternak.
“Kita berharap produksi terus meningkat dan tentu saja berdampak pada peningkatan pendapatan. Ramadan bisa menjadi momentum bagi rekan-rekan untuk semakin produktif dan memenuhi kebutuhan telur masyarakat, khususnya warga sekitar Depok,” tuturnya.
Inneke menegaskan, BBPKH Cinagara sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Kementan berkomitmen penuh dalam mendukung ketahanan dan kemandirian pangan nasional.
Ia juga memuji inisiatif, kerja keras, dan semangat para wartawan yang terjun langsung mengelola peternakan.
“Yang membuat kami bangga, hasil pelatihan bisa diterapkan dengan sangat baik. Kami akan terus membuka komunikasi dan siap mendampingi kapan pun rekan-rekan membutuhkan konsultasi,” katanya.
Selain itu, Inneke juga membagikan tips memilih dan menyimpan telur segar. Menurutnya, telur segar memiliki kuning telur yang masih bulat dan padat saat dipecahkan.
Semakin buyar kuning telur, menandakan kualitasnya sudah menurun.
Perempuan berhijab ini menyarankan telur dicuci bersih sebelum disimpan karena cangkang telur berpotensi mengandung bakteri dari saluran ayam.
“Setelah dicuci bersih, telur boleh langsung digunakan atau disimpan di kulkas, tidak ada masalah,” jelasnya.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah dan komunitas wartawan mampu memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Terima kasih, semangat wartawan Indonesia,” pungkas Inneke.
Merespon hal itu, Ketua IJTI Depok Rizki Tri Ruspanji atau yang akrab disapa Iyung Rizki, mengaku sangat bersyukur dengan adanya dukungan tersebut.
“Kami tentu berharap, langkah ini bisa berdampak positif bukan hanya untuk teman-teman jurnalis, tapi juga untuk warga Depok,” katanya.
Lebih lanjut wartawan i-News TV itu memastikan, bahwa telur yang dihasilkan dari kandang IJTI Depok di jual dengan harga yang stabil.
“Ini bagian dari upaya kami untuk mencegah terjadinya inflasi di pasaran, sekaligus dalam mendorong ketahanan pangan, sesuai arahan Bapak Presiden yang digaungkan juga oleh Bapak Mentan Amran,” pungkasnya. (Udine)












