SUARADEPOKNEWS.COM, Depok-Dengan mengangkat tajuk ‘Penyuluhan Hukum Program Jaksa Masuk Sekolah’ (JMS), Kejaksaan Negeri Kota Depok bekerjasama dengan Insan Media Massa dan Online Jaringan Indonesia (Imoji) melakukan sosialisasi di SMA Negeri 3 Depok yang berlokasi di Jalan Raden Saleh. Program ini terkait sosialisasi penyuluhan Narkoba serta Hukum di kalangan siswa dan siswi Kota Depok, Rabu (16/08/2017).
Hadir dalam sosialisasi JMS, Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna, Kejari Kota Depok, Supari, Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Depok, Abdul Fatah dan siswa SMA Negeri 3 Depok.
“Jaksa Masuk Sekolah adalah program dari kejaksaan agung dimana para remaja diperlukan untuk memahami hukum dikarenakan remaja adalah generasi masa depan bangsa yang wajib diperhatikan agar mengerti tentang hukum. Dengan adanya JMS diharapkan dapat menambah ilmu tentang hukum kepada siswa,” papar Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Depok, Abdul Fatah.
Kejari Kota Depok, Supari mengatakan agar pemuda mempunyai etika di dalam setiap pergaulan sehari hari karena lingkungan yang baik akan menjadikan diri yang baik. Kajari juga menghimbau agar lebih hati-hati dalam menggunakan Media Sosial (Medsos), karena belakangan ini dengan adanya UU ITE masyarakat bisa terjerat hukum.
“Siapa saja bisa terjerat dengan UU ini, apalagi kalian masih duduk dibangku sekolah. Gunakanlah medsos sebaik mungkin, dan jauhi narkoba,” ucapnya.
Sedangkan Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna sangat mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kejari Kota Depok yang mau berbagi waktu dan arahan hal pratiksi hukum kepada siswa SMA Negeri 3 Depok.
“Dizaman modern ini arus informasi sekarang sangat mudah diakses melalui jaringan internet, dimana dengan mudah para siswa dengan hanya memegang gagdet saja sudah mendapatkan informasi dengan mudah. Ingat tugas kalian adalah belajar dan bermain, harus menjadi generasi yang siap berprestasi era globalisasi,” papar Pradi.
Pradi juga menghimbau agar lebih bijak dalam bermedsos dengan menjauhi konten-konten yang negatif, karena dapat mempengaruhi perilaku-perilaku yang tidak baik juga.
“Rasa solidaritas terhadap teman boleh-boleh saja, tapi jangan over yang akhirnya kebablasan kearah yang negatif. Ingat, kesempatan tidak pernah datang untuk yang kedua kali,” pungkasnya. (AR/SDN)












