BERITA  

Banyak Kabel Udara Melandai Rendah, Wali Kota Depok : Sangat Mengganggu Pemandangan

DEPOKTIME.COM, DEPOK-Banyak kabel optik yang melandai rendah di kawasan Jalan Margonda Raya Kota Depok dinilai sangat mengganggu kenyamanan dan keamanan serta pemandangan menjadi semerawut. Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Depok, Mohammad Idris usai memotong kabel optik yang ada di atas pintu gerbang Halaman Balai Kota Depok.

“Pemotongan kabel udara ini untuk keamanan bagi warga masyarakat dan bagi pengguna jalan. Dan saat ini memang baru pada batas jalan-jalan nasional saja,” ujar Mohammad Idris dalam kegiatan seremonial pemutusan kabel udara dalam rangka relokasi kabel udara ke saluran serap optik bersama bawah tanah di sepanjang Jalan Margonda Raya Tahap II pada Jumat(12/07/2019).

Lebih lanjut dirinya mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya acara pemutusan kabel udara yang dilakukan oleh vendor dalam rangka kerjasama membangun Kota Depok lebih baik lagi.

“Semuanya ini kita lakukan dalam rangka bagaimana masyarakat kita mendapatkan pelayanan yang lebih kedepannya,”lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya mengupas kata-kata ‘Unggul, Nyaman dan Religius’. Kita ingin unggul dari kota yang lainnya. Diunggulkan kita menjadi 100 kota dari sekian kota yang ada di Indonesia sebuah kebanggaan satu sisi ke sisi lainnya sebuah tantangan bagi pemerintah, masyarakat, para akademisi dari seluruh warga termasuk sahabat sahabat teman-teman dari Polresta Depok.

“Kalau jalannya nyaman, enak pengamanan juga relatif lebih mudah merupakan bagian dari penataan kota. Jangan disangka ‘Religius’ itu diartikan ngaji melulu, tidak, Kota Depok dengan keberagaman agama, diupayakan dalam menjalankan agama dan kepercayaan masing-masing dengan penuh keamanan dan kenyamanan,”jelasnya.

Ditambahkannya, Smart City bukan banyaknya aplikasi. Kota Smart City artinya penataan kota lebih nyaman dan pelayanannya harus lebih mudah dan lancar, seperti contoh pengaduan pembuangan sampah, jadi penanganan akan lebih cepat. Dirinya berharap Smart City harus terus menerus, bukan hanya berjalan 5 lima tahun. Akan tetapi harus diupayakan berkelanjutan atas dasar kebersamaan, berbagai komponen berkolaborasi untuk mewujudkan Kota Smart city.(Udine/DT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *