DEPOKTIME.COM, Depok – Terkait dengan penutupan operasional dari Koat Coffee yang berada di Jalan Siliwangi Kota Depok dikarenakan persoalan perizinan, selaku Manager Operasional Koat Coffee, Ammarudin mengikuti apa yang telah terjadi di Koat Coffee.
“Saya cuma sampaikan, disegel harus ditutup, ya saya ikuti,” ujar Ammar kepada awak media usai bertemu dengan warga lingkungan pada Rabu, 14 Januari 2025.
Lebih lanjut ia katakan, kedatangannya kediaman lingkungan warga merupakan agenda dari pihak Koat Coffee untuk sosialisasi.
“Saya cuma mendengarkan saja nggak ada berbicara apa-apa yang penting nanti saya coba sampaikan ke manajemen dan saya upayakan untuk realisasikan semua permintaannya,” katanya.
“Nggak terlalu mengurus sih. Yang ngurus manajemen. Maksudnya, belum memiliki IMB bahkan sampai di segel kan karena prosesnya itu ke manajemen,” sambungnya.
Dikesempatan yang sama, Ketua RW08, Waterharis Loen mengklaim pertemuan antara warga dengan pihak Koat Coffee belum menemukan titik temu. Dimana yang hadir dalam pertemuan tersebut bukanlah pihak yang bisa mengambil keputusan yang mutlak.
“Hari ini undangan dari pihak Koat Coffee saat ini tanggal 14 Januari ya, isi surat undangan itu sosialisasi ternyata yang hadir itu Manajer Operasional Pak Ammar. Jadi kesimpulan kami semua ini belum ada titik temu,” katanya.
Dalam hal ini, pihak lingkungan menunggu itikad baik dari Koat Coffee untuk bertemu langsung dan menyelesaikan administrasi agar Koat Coffee dapat beroperasional kembali.
“Himbauan saya ya, kalau memang dari Koat Coffee punya niat baik, punya semuanya, seharusnya masalah yang yang terjadi bisa diselesaikan. Pada intinya, kita enggak mencegah dan menolak pembangunan yang ada di wilayah Kota Depok, kita mendukung itu. Intinya kalau memang secara administrasinya masih belum terselesaikan ya selesaikan dulu,” imbuhnya.
Dirinya menunggu pimpinan Koat Coffee untuk bisa hadir dan datang kelingkungan warga, agar bisa mengambil keputusan secara langsung dari berbagai persoalan dilingkungan warga.
“Kita menunggu pertemuan dan itu harus dihadiri sama pimpinan-pimpinan atau manajer yang bisa mengambil keputusan,” pungkasnya. (Udine)












