DEPOKTIME.COM,Depok-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 Kota Depok. Dalam paripurna itu dihadiri Walikota Depok, Mohammad Idris, Anggota DPRD Kota Depok, Para Kepala Perangkat Daerah Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Pimpinan Instansi Vertikal, serta perwakilan organisasi.
Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Supariyono berharap Kota Depok bisa terus meraih penghargaan yang membawa masyarakat menjadi lebih sejahtera. Ia juga mengatakan HUT Kota Depok jangan hanya menjadi acara seremonial saja melainkan juga harus diiringi dengan semangat baru. Terutama dalam semangat menjalankan tugas pemerintahan yang menjadi amanah yang diemban untuk meuwjudkan Kota Depok menjadi lebih baik lagi.
Pada kesempatan itu, Suparyono menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkot Depok yang telah berprestasi dan menerima penghargaan baik dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun dari Pemerintah Pusat beberapa bulan terakhir.
Ia berharap penghargaan ini bisa memacu kinerja Pemkot Depok lebih baik dan bukan hanya sekedar penghargaan saja tapi dapat diimplementasikan dalam penyelenggaraan pemerintah untuk bisa mensejahterakan masyarakat Kota Depok.
Tema HUT ke-20 Kota Depok sendiri adalah “Rame-Rame Berbudaya”. Berbudaya sendiri memiliki arti dalam kata kerja, sehingga berbudaya dapat bermakna suatu tindakan, keberadaan, pengalaman, atau pengerian dinamis lainnya.
Berbudaya juga berarti mempunyai pikiran dan akal yang sudah maju. Ada berbagai budaya yang harus dikembangkan dalam diri kita salah satunya yaitu budaya malu berarti sikap diri yang merasa malu jika tidak terpuji atau tidak senonoh.
Budaya kerja, berarti pandangan hidup sebagai nilai-nilai yang menjadi sifat kebiasaan dan juga pendorong yang dibudayakan dalam suatu kelompok atau organisasi tercermin dalam sikap perilaku berpendapat dan tindakan.
Budaya kepemimpinan, dimaknai sikap tindak yang menjadi kebiasaan dalam harmonisasi hubungan atau interaksi antara pimpinan dan bawahan berdasarkan kepercayaan, harapan dan kepedulian satu sama lain.
Budaya politik, berarti pola sikap, keyakinan yang mendasari dan memberi arti kepada tindakan dan proses politik dengan cara santun, musyawarah untuk mufakat dengan satu tujuan hakiki mensejahterakan masyarakat Kota Depok tanpa membedakan suku, agama, kelompok atau golongan.
Jadi “Rame-Rame Berbudaya” dimaknai sebagai budaya universal yang dikembangkan untuk membangun Kota Depok sebagai kota metropolitan dengan budaya kesantunan dan kebersamaan.
Sementara itu Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan saat ini Depok menuju kota yang unggul pelayanannya, nyaman lingkungannya, religius masyarakatnya. Karena itu, Depok saat ini terus berupaya berinovasi dan membuat terobosan agar hal tersebut bisa terwujud.
Iptek itu terkait dengan Kota Cerdas yang mana dua program telah berhasil direalisasikan oleh Pemkot Depok untuk mendorong terwujudnya e-budgeting, serta penerapan aplikasi Sistem Terintegasi Untuk Aspirasi dan Pengaduan (SIGAP).
Dia mengatakan, dengan adanya aplikasi SIGAP ini masyarakat dapat mengirimkan pengaduan melalui aplikasi ini dengan mengirimkan foto kejadian dan diunggah melalui SIGAP. Aplikasi ini bisa diunduh masyarakat di versi android.
Ia pun menambahkan, untuk transparansi anggaran melalui e-budgeting yang nantinya untuk membuat sistem keuangan yang disimpan secara online. Tujuannya adalah untuk transparansi bagi setiap pihak.
Idris juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak khususnya kepada pimpinan dan anggota DPRD Kota Depok lantaran telah bekerja sama dalam menjalin sinergitas untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami berterima kasih atas kerjasama seluruh lembaga karena telah menjalin sinergitas dengan pemerintah hingga membuat Depok banyak mencapai catatan prestasi. Kami juga berharap hubungan dengan DPRD Kota Depok semakin erat,” tandasnya.
Rapat paripurna istimewa tersebut turut dihadiri oleh Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna, para Kepala Dinas, Wakil Ketua beserta Anggota DPRD Kota Depok, unsur Forkompimda, mantan Wakil Walikota Depok, Yuyun Wirasaputra, mantan Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail.(Udine/DT).












