SUARADEPOKNEWS.COM, Depok-Aktivis lingkungan Pencinta Kota Hijau yang tergabung dalam Forum Komunitas Hijau (FKH) Kota Depok sangat prihatin dengan bermunculannya tiang-tiang kayu dan bambu untuk bendera salah satu Partai Politik (Parpol) yang menempel di pepohonan sepanjang jalan utama di Kota Depok, Rabu (23/08/2017).
Koordinator FKH, Heri Saefudin yang biasa dipanggil Heri Blangkon menyatakan keprihatinannya terhadap pembelajaran politik yang diberikan oleh parpol-parpol yang ada di Kota Depok khususnya.
“Pendidikan politik semestinya memberikan pembelajaran tidak hanya terhadap suksesi kepemimpinan, tetapi juga proses pembangunan yang berkelanjutan. Sehingga dibutuhkan kesadaran seluruh elemen bangsa untuk ikut memikirkan pola didik dan pembelajaran politik yang ramah lingkungan,” papar Heri Blangkon.
Hal senada juga diungkapkan oleh aktifis lingkungan lainnya, Didit menyatakan, bukan hanya kali ini, pohon diperkosa untuk dijadikan ajang media publikasi dan alat peraga parpol.
“Anehnya para penegak Perda (peraturan daerah) seolah selalu diam tanpa daya. Hampir selalu, di tiap momen politik dan kepartaian masyarakat kota disuguhkan pemandangan bendera serta alat peraga politik yang nempel di pepohonan,” ucapnya.
Dikatakan Didit, para aktifis lingkungan lainnya berharap agar pemerintah dan aparat penegak aturan daerah memiliki taji untuk penegakkan aturan yang menyimpang. Apalagi Depok memiliki slogan kota Bersahabat, yang semestinya mencerminkan pembangunan yang ramah lingkungan di segala bidang.
“Butuh ketegasan seorang pemimpin, untuk mewujudkan kota berkelanjutan yang Ramah Lingkungan,” pungkasnya.(AR/SDN)












