DEPOKTIME.COM, Depok – Polemik antara atlet balap Kota Depok dengan pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Depok berbuntut panjang akibat 4 unit balap ditarik oleh pihak leasing.
Atas hal itu, Ketua IMI Kota Depok, Handiayana Sihombing mengancam akan mencabut Kartu Ijin Start (KIS) sebagai syarat balapan milik atlet asal Kota Depok yang menuntut haknya ke IMI Kota Depok.
Melihat situasi tersebut, legenda balap tanah air asal Kota Depok, sekaligus pemilik brand AHRS (Asep Hendro Racing Sport), Asep Hendro angkat bicara terkait polemik yang terjadi di IMI Kota Depok.
Dia menyayangkan jika atlet muda asal Kota Depok yang harus menjadi korban akibat tidak bisa bertanding atau berkompetisi.
Asep Hendro menyampaikan pihaknya akan membantu para pembalap muda Kota Depok untuk menuntut haknya.
“Jangan sampai anak-anak jadi korban, masa depan mereka masih panjang,” ujar Asep Hendro ketika menerima silaturahmi para atlet balap dikediamannya pada Selasa, 3 Februari 2026.
Dia juga mengaku siap, bersama para atlet untuk menghadap ke KONI Kota Depok, guna menyelesaikan masalah yang terjadi di internal IMI Kota Depok.
“Jika memang ada yang harus dibicarakan, sebaiknya pihak pengurus dan pihak yang terlibat mau duduk bareng,” tuturnya.
“Saya siap membantu teman-teman, dan mengajak duduk bareng antara pengurus dan pembalap agar mau membuka data permasalahan yang timbul,” tambahnya.
Dia juga mengajak pengurus dan pembalap, sama-sama menerima dan membuka fakta apa yang sebenarnya terjadi di internal IMI Kota Depok.
“Kita harus duduk bareng, dan bicara dengan kepala dingin, jangan sampai malah atlet yang jadi korban, ini masa depan dunia balap Kota Depok sebaiknya kita selelsaikan dengan kepala dingin,” imbuhnya.
Sementara diberitakan sebelumnya, Ketua Pengcab IMI Kota Depok, Handiyana Sihombing secara gamblang mengatakan bahwa kendaraan balap tersebut merupakan kendaraan kredit yang digunakan oleh para atlet dalam BK Porprov Jawa Barat 2025 lalu.
“Kenapa motor ini saya perintahkan leasing untuk diambil, karena dua unit ini, sang pemilik atas nama tidak mau menerbitkan surat kuasa pengambilan BPKB,” ujar Handiyana Sihombing kepada awak media melalui aplikasi selular, Senin, 2 Februari 2026.
Dirinya merasa khawatir ketika unit kendaraan bukan atas nama IMI Depok. Melainkan atas nama pengurus IMI Depok.
“Nyicilnya selama satu tahun, tiba-tiba motornya punya orang. Gimana dong pertanggung jawabannya?,” tuturnya.
Dan juga, ia menjelaskan bahwa atlet-atlet tersebut membawa unit kendaraan tanpa seizin ketua IMI Depok.
“Motor itu main diambil aja sama dia (atlet). Emang saya pernah kasih izin, ya engga lah,” jelasnya.
Terkait penarikan unit kendaraan dari pihak leasing, dirinya telah dikonfirmasi terlebih dahulu oleh pihak leasing untuk penarikan unit kendaraan.
“Makanya setelah itu, ada pihak leasing konfirmasi ke kita untuk ditarik. Tarik aja, ngga ada masalah kok,” imbuhnya.
Tentang penggunaan dana pribadi para atlet dalam gelaran BK, ia pun mempertanyakan dana apa yang dikeluarkan oleh para atlet dalam BK Porprov Jawa Barat XIV tahun 2025.
“Mereka itu, balap itu dibayar perhari 500 ribu. Mereka dikontrak sebagai atlet sebesar 25 juta sampai 35 juta pertahun. Duit siapa itu? Ya duit gw lah. Uang untuk Porprov itu dikasih KONI cuma 30 juta,” tegasnya.
Ia pun tidak ingin menjelaskan lebih rinci terkait dengan unit kendaraan balap yang telah ditarik oleh pihak leasing.
Tetapi dirinya menegaskan bahwa tahun 2022, pihak KONI Kota Depok berjanji kepada pembalap yang mendapatkan medali akan dihadiahi sebuah unit motor.
“Pada saat kemarin BK, ya betul kita dikasih uang. Uang yang dikasih KONI itu 63 juta, harus cukup untuk empat motor dan beberapa sparepart. Belum termasuk segala macam,” tegasnya.
“Pembalap pada saat itu, meminta motor baru dan tak ingin seken (bekas) atau sewa. Atlet nya yang mau baru. Akhirnya ketua harian IMI Depok dan Kabid R2 memutuskan untuk leasing. Okeh, saya yang nyicil. Kami cicillah sampai 4x,” sambungnya.
Atas penarikan unit balap, dua atlet balap yakni Muhammad Firza Ibatullah (20) dan Muhamad Ridwan Setiawan (20) merasa sangat kecewa terhadap penarikan unit balap tersebut.
Penarikan unit balap tersebut sangat berdampak kepada performa para atlet ketika bertanding dikemudian hari.
“Kita latihan pakai apa?. Unitnya ditarik dealer,” ucap Firza.
Sebagai peraih medali Perak di Kejuaraan Propinsi Jawa Barat tahun 2022, dirinya tidak bisa berbuat apa-apa untuk mempersiapkan diri menghadapi Porprov Jawa Barat XIV 2026.
“Intinya kita tidak bisa tampil maksimal,” pungkasnya. (Udine)












