DEPOKTIME.COM, Depok – Para pelaku tawuran yang terjaring oleh pihak Polres Metro Depok dibulan Ramadan dihadiahi Program Pesantren Kilat.
Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Abdul Waras katakan bahwa aksi tawuran para remaja melatarbelakangi pihaknya untuk membuat sebuah program bernama Pesantren Kilat.
“Pesertanya adalah adik-adik pelajar yang terindikasi akan melakukan tawuran maupun aktivitas negatif lainnya. Kegiatan ini dilaksanakan di Polres Metro Depok,” ujar Kapolres kepada awak media, Sabtu, 21 Februari 2026.
Lebih lanjut Kapolres katakan bahwa berdasarkan hasil evaluasi dan diskusi dengan sejumlah kelompok masyarakat, kejadian kenakalan remaja masih terus terjadi. Karena itu, program ini menjadi salah satu upaya untuk mengurangi keterlibatan pelajar dalam tindakan negatif melalui pembinaan spiritual, sekaligus memanfaatkan momentum bulan Ramadan.
“Konsepnya hampir serupa dengan kegiatan pembinaan di beberapa daerah yang menggunakan sistem barak. Namun, di sini kami lebih mengedepankan porsi pembinaan spiritual sebagai fokus utama,” katanya.
Dalam pesantren kilat ini para peserta belajar Al-Qur’an, mendapatkan tausiah keagamaan, serta diarahkan memahami bagaimana mereka menjalani kehidupan dengan baik. Mereka didorong meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain.
Dirinya berharap nilai-nilai spiritual tersebut tertanam dalam diri mereka sehingga mampu membentengi dari pengaruh negatif. Bukan hanya menolak ajakan tawuran, tetapi juga mampu menularkan hal positif kepada teman-temannya.
“Kami ingin mereka mengajak teman yang sebelumnya mengarah ke tawuran untuk mengisi bulan Ramadan dengan kegiatan ibadah dan aktivitas bermanfaat,” imbuhnya.
Selain materi keagamaan dan kedisiplinan, peserta juga mendapatkan pendekatan psikologis. Psikolog Polres turut mendampingi dan melakukan pembinaan agar energi negatif seperti tawuran dapat diarahkan menjadi hal positif untuk pengembangan diri mereka. (Udine)












