SUARADEPOKNEWS.COM, Pancoranmas-Penyembelihan hewan kurban di Hari Raya Idul Adha merupakan bagian dari proses pembelajaran dan pembiasaan untuk rela berkurban dan berbagi kepada sesama serta pembangunan karakter peserta didik. Di samping untuk meneladani ketaqwaan dan keimanan serta ketaatan Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Allah SWT.
Demikian dikatakan Guru Agama Islam SMP Negeri 1 Kota Depok, Jainih, S.Ag yang ditemui di sela-sela kegiatan penyembelihan tiga ekor sapi dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1438 Hijriyah di halaman sekolah tersebut, Senin (04/09/2017) beberapa hari lalu.
Penyembelihan satu hewan kurban dilakukan oleh Kepala SMP Negeri 1 Kota Depok Nandang Henadilaga MPd.
“Penyembelihan hewan kurban di sekolah ini Insya Allah rutin dilakukan setiap Idul Adha, sebagai salah satu materi dalam proses pembelajaran dan pembiasaan bagi siswa. Khususnya dalam mata pelajaran Agama Islam, di mana siswa diajar untuk rela berkurban dan berbagi kasih terhadap sesama,” kata Jainih.
Pelaksaanaan penyembelihan hewan kurban itu, sambung Jainih, sudah diwacanakan beberapa hari sebelum datangnya Hari Raya Idul Adha 1438 Hijriyah. Seluruh siswa sepakat untuk menggalang dana pembelian hewan kurban, dibantu pihak komite sekolah dan orang tua murid serta guru.
“Tanpa paksanaan, masing-masing siswa menyisihkan uang jajannya. Ada yang memberi Rp10.000 dan ada juga yang lebih dari itu, hingga terkumpul untuk membeli tiga ekor sapi. Ditambah dua ekor kambing masing-masing dari seorang guru dan orang tua murid,” tambahnya.
Diharapkan, lanjut Jainih, di saat mereka dewasa dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Didasari pada pembelajaran dan pembiasaan rela berkurban, rela berkurban, berbagi kasih, penuh toleransi dalam kebinekaan etnis dan agama dalam hidup bermasyarakat.
“Dengan kegiatan ini diharapkan dari SMP Negeri 1 Depok ini lahir siswa-siswa berkarakter, sehingga mereka menjadi generasi penerus yang tangguh, pintar, cerdas, beretika, bertanggung jawab dan penuh toleransi terhadap kebinekaan yang ada di masyarakat sebagai dasar perjuangan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” pungkasnya.(ASH/SDN)












