DEPOKTIME.COM,Depok-Buruknya sanitasi diwilayah Kecamatan tapos yang mencakup beberapa kelurahan antara lain Kelurahan Sukamaju Baru, Jatijajar dan Cilangkap menjadikan Kelurahan Sukamaju Baru giat sosialisasikan betapa pentingnya sanitasi sehat dilingkungan RT dan RW.
Dalam hal tersebut, Lurah Sukamaju Baru, R. Iwan Herukusuma mengatakan bahwa wilayahnya masih banyak terdapat perkampungan dibandingkan dengan perumahan.
“Perlu tahapan dalam membuat saluran sanitasi yang sehat. Sehingga sanitasi berjalan dengan baik ditiap RT dan RW,” ujar R. Iwan Herukusuma kepada Depoktime.com di teras Sukamaju Baru Kecamatan Tapos pada Senin (08/07/2019).
Lebih lanjut dirinya menuturkan bahwa di lingkungan RW 1,2,3 sudah tersedia saluran sanitasi komunal. Ini bisa menjadi contoh yang baik bagi wilayah lainnya.
“Pembuatan sanitasi tersebut sudah berjalan 90 persen yang direalisasikan melalui BKM dan juga program Kotaku,”tuturnya.
Dirinya bersama kader PKK terus menghimbau kepada warga untuk mempunyai sanitasi yang baik dilingkungan masing-masing. Serta mengajak warga masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan memilah sampah mulai dari lingkungan rumah.
Ditempat terpisah, Kasie Kemasyarakatan Kecamatan Tapos, Samiya menyebutkan masih banyak sanitasi warga di Kecamatan Tapos yang kurang baik. Dirinya menuturkan bahwa kurang baiknya sanitasi akan berdampak kepada kesehatan warga serta penyebaran penyakit Diare.
“Ada beberapa titik diwilayah Kecamatan Tapos memiliki sanitasi yang kurang baik. Antara lain di Kelurahan Cilangkap, Jatijajar dan Sukamaju baru,” ujar Samiya dalam kegiatan Peningkatan Kesehatan Lingkungan,
sosialisasi kelurahan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Kecamatan Tahun 2019 di Aula Kelurahan Cilangkap beberapa hari lalu.
Dirinya menyebutkan bahwa sanitasi (lubang sepiteng) yang sehat itu harus berjarak 10 meter dengan mata air (Sumur). Disertakan penyedotan secara rutin yang dilakukan minimal setahun sekali.
“Dengan lingkungan yang padat tentunya sanitasi pun harus terjaga dengan baik. Harus disiasati pembuatan sanitasi secara komunal yang dapat digunakan secara bersama-sama. Dan tidak lupa untuk melakukan penyedotan secara berkala,” sebutnya.
Dikesemoatan yang sama, Kepala UPTD Puskesmas Tapos, Mamiek memaparkan beberapa penyakit bersumber dari kotoran Buang Air Kecil (BAK) dan Buang Air Besar (BAB) yang dibuang melalui saluran air (Selokan) pemukiman warga. Salah satunya penyakit Tipes yang berasal dari hewan yang hinggap diselokan kemudian hinggap di makanan dan minuman sehingga terkontaminasi virus penyakit.
“Tinja atau kotoran manusia merupakan media sebagai tempat berkembang dan berinduknya bibit penyakit menular. Apabila tinja tersebut dibuang sembarang tempat maka bibit penyakit tersebut akan menyebar luas kelingkungan, pada akhirnya akan masuk kedalam tubuh manusia dan beresiko menimbulkan penyakit pada seseorang. Bahkan menjadi wabah penyakit pada masyarakat yang lebih luas,” paparnya.
Untuk menghindari penyebaran bibit penyakit, dirinya mengajak masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat dan selalu menjaga kebersihan lingkungan serta mencuci tangan dengan teratur. (Udine/DT).












