DEPOKTIME.COM, Depok – Olahraga tradisional adalah warisan budaya bangsa yang harus dijaga serta dilestarikan. Untuk meningkatkan eksistensi tersebut, Pengurus PORTINA Kota Depok periode 2025-2030 resmi dilantik.
Dalam pelantikan tersebut, Irfan Januar mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya untuk mengemban amanah sebagai Ketua PORTINA Kota Depok.
“Ini bukan hanya sebuah kehormatan bagi saya, tetapi juga sebuah tanggung jawab besar yang akan saya jalankan dengan sepenuh hati. Saya juga ingin menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara serta semua pihak yang telah bekerja keras untuk menyukseskan acara ini,” ujar Irfan Januar usai pelantikan, Selasa 11 Februari 2025.
“Hari ini menunjukkan besarnya perhatian dan dukungan terhadap pelestarian serta pengembangan olahraga tradisional di Kota Depok,” sambungnya.
Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa olahraga tradisional adalah warisan budaya bangsa yang harus kita jaga dan lestarikan.
“PORTINA Kota Depok berkomitmen untuk meningkatkan eksistensi olahraga tradisional, memperkenalkannya lebih luas kepada generasi muda, serta membangun ekosistem yang mendukung perkembangannya. Kita semua tahu bahwa olahraga tradisional adalah bagian dari identitas budaya kita. Tapi sayangnya, saat ini anak-anak lebih akrab dengan gadget dibanding permainan tradisional. Jika kita tidak bergerak sekarang, bisa jadi egrang, hadang, dan sumpitan hanya akan tinggal dalam buku sejarah,” jelasnya.
Karena itu, salah satu fokus utama PORTINA Kota Depok ke depan adalah regenerasi atlet muda, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA.
“Kita ingin memastikan bahwa olahraga tradisional tidak hanya dimainkan, tetapi juga menjadi jalur prestasi bagi anak-anak kita,” tuturnya.
Ada 6 cabang olahraga tradisional (Oltrad) yang akan PORTINA prioritaskan:
1. Hadang-Olahraga strategi dan kecepatan, mirip seperti permainan kucing-tikus tapi dengan aturan kompetisi.
2. Terompah Panjang – Melatih kerja sama tim dan keseimbangan.
3. Egrang-Olahraga yang melatih koordinasi tubuh dan konsentrasi.
4. Sumpitan-Olahraga ketepatan tinggi yang berasal dari kearifan lokal.
5. Panahan Tradisional – Mewarisi keterampilan memanah khas nusantara.
6. Ketapel-Olahraga yang menguji ketepatan dan konsentrasi dalam membidik sasaran menggunakan alat sederhana berbahan kayu dan karet.
PORTINA tidak hanya ingin menjaga tradisi ini tetap hidup, tapi juga ingin membawa atlet-atlet muda Kota Depok ke level yang lebih tinggi-minimal tingkat provinsi, bahkan kalau bisa nasional. Kolaborasi dengan Sekolah & UMKM. Namun, olahraga tradisional tidak bisa berkembang sendirian. Kita butuh dukungan dari dunia pendidikan dan sektor ekonomi lokal.
“Kami akan bekerja sama dengan sekolah-sekolah agar olahraga tradisional menjadi bagian dari ekstrakurikuler dan kompetisi, sehingga sejak dini generasi muda bisa mengenal dan mencintai warisan budaya ini,” tambahnya.
UMKM lokal berperan penting dalam penyediaan alat olahraga tradisional-egrang, terompah, busur panah, sumpitan, semua bisa dibuat oleh pengrajin lokal. Dengan begitu, kita tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga membantu roda ekonomi masyarakat.
“Ini bukan sekadar olahraga, ini adalah gerakan untuk melestarikan budaya sekaligus mendukung ekonomi lokal. Kami mengajak semua untuk bersama-sama menjadikan olahraga tradisional sebagai kebanggaan Kota Depok. Mari kita jadikan olahraga tradisional sebagai identitas dan kebanggaan Kota Depok, bukan hanya sekadar permainan, tetapi warisan budaya yang harus kita rawat dan kembangkan bersama,” pungkasnya. (Udine).












