BERITA  

Wali Kota Depok : Kami Akan Hentikan Aktifitas Truk Pengangkut Tanah

DEPOKTIME.COM, Depok-Banyaknya keluhan warga yang menyayangkan pelanggaran kesepakatan terkait dengan aktifitas truk pengangkut tanah galian proyek pengembang tol Depok-Antasari (Desari), Wali Kota Depok Mohammad Idris angkat bicara dan akan menghentikan aktifitas tersebut secara paksa.

Hal tersebut diungkapkan orang nomor satu di Kota Depok usai membuka kegiatan usai membuka Hari Koperasi ke 72 tahun di Balaikota Depok didampingi Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna, Ketua TP PKK Kota Depok, Elly Farida dan Kepala Dinas UMKM Fitriawan pada Kamis (01/08/2019).

Mohammad Idris menyikapi keluhan warga Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, dan Kecamatan Cipayung atas pelanggaran yang dilakukan oleh kendaraan truk pengangkut tanah yang membandel beroperasi diluar jam operasional dan diluar kesepakatan bersama oleh warga.

“Ya, saya sudah instruksikan, sudah dikomunikasikan. Kalau bisa sementara dihentikan atau dibatasi waktunya,” tuturnya.

Dengan derasnya keluhan warga, dirinya akan melakukan evaluasi terkait jam operasional truk, serta berencana menyelidiki aspek hukum pengerukan tanah untuk pembangunan jalan bebas hambatan itu.

“Kalau laporan sudah ada, tapi saya belum cek dari sisi legalitasnya. Legalitas tanah ini boleh atau tidak dikeruk, legalitas pelaksanaannya, legalitas penyelenggaranya, itu yang saya akan cek. Sebab belum sampai laporan ke saya, baru hanya laporan lisan,” paparnya.

Berdasarkan kesepakatan antara pengelola dengan Dinas Perhubungan Kota Depok, truk boleh melintas pukul 21.00-04.00 WIB. Akan tetapi, warga protes karena kenyataannya truk sudah lalu-lalang pada Rabu malam (31/07/2019) sekitar pukul 19.00 WIB.

“Info yang kami dapat sudah ada kesepakatan antara pengembang dengan pihak terkait, operasional truk tidak boleh di bawah jam sembilan malam. Ini kok dilanggar ya? petugasnya kok diam aja ya?” ujar Rusli (46), salah seorang warga Kelurahan Mampang pada Rabu malam.

Dirinya mengatakan bahwa jam operasional truk yang telah disepakati antara penanggung jawab truk dengan pihak terkait saja sudah merugikan warga, apalagi bila truk beroperasi sebelum jam yang telah ditentukan.

“Ini benar-benar sangat merugikan kami. Rumah kami semakin berdebu. Jalan Pramuka pun tidak pernah dibersihkan oleh pihak pengembang,” tandasnya. (Udine/DT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *