DEPOKTIME.COM, Depok – Ditengah konflik wilayah Timur Tengah, sebanyak 2631 calon jemaah haji (CalHaj) siap berangkat pada 22 April 2026.
Dikatakan oleh Kepala Seksi Pelayanan dan Fasilitasi Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Boby Arvianto, bahwa Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Depok optimis akan memberangkatkan calon jemaah haji tahun ini (2026) sesuai dengan jadwal keberangkatan.
Untuk jumlah jemaah haji tahun 2026, sebanyak 2631 kuota, sedangkan yang melunasi pembayaran 2423 kuota.
“Jadi, jemaah haji yang berangkat sebanyak 2423,” katanya.
Jemaah haji di Kota Depok terbagi dalam 6 kloter. Kloter awal Kota Depok kloter 2 JKS yang akan masuk Embarkasi Asrama Haji Bekasi pada tanggal 22 April 2026.
“Pemerintah memberikan tiga opsi terkait keberangkatan jamaah haji ditengah konflik wilayah Timur Tengah. Diantaranya yakni jika terjadi perubahan rute penerbangan maka penambahan biaya tersebut tidak dibebankan kepada jemaah,” ujar Boby Arvianto kepada awak media di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Depok, Senin, 13 April 2026.
Kesiapan pemberangkatan calon jemaah haji, lanjutnya, dimulai dengan gelaran manasik haji yang menjadi bekal utama bagi calon jamaah agar memahami setiap rukun dan wajib haji dengan benar.
“Kita sudah memberikan informasi kepada calon jemaah haji agar membawa barang bawaan sesuai dengan kebutuhan dan tidak berlebihan. Jika berlebihan akan menjadi suatu masalah di tempat keberangkatan,” jelasnya.
“Jika ada yang membawa obat-obatan, kami himbau untuk melapor kebagian divisi kesehatan sesuai dengan kloternya,” tambahnya.
Pemerintah menyiapkan 3 opsi skenario keberangkatan haji tahun 2026 ditengah eskalasi konflik Timur Tengah.
Opsi pertama, Pernerbangan Alternatif (tetap berangkat). Jemaah haji tetap diberangkatkan dengan mitigasi resiko tinggi. Rute penerbangan akan dialihkan menghindari area konflik.
Untuk opsi kedua, Pembatalan mandiri. Pemerintah Indonesia memutuskan membatalkan keberangkatan jemaah haji meskipun otoritas Arab Saudi tetap memberikan izin dan membuka pelaksanaan haji. Ini dilakukan jika risiko keamanan diwilayah Timur Tengah dinilai terlalu tinggi bagi keselamatan jemaah.
Sedangkan Opsi ketiga, Pembatalan Total ( situasi darurat). Opsi ini diambil jika pemerintah Arab Saudi secara resmi menutup akses penyelenggaraan haji karena situasi keamanan atau perang yang semakin meluas. Sehingga tidak ada pilihan selain membatalkan perjalanan.
Meskipun demikian, pemerintah tetap memprioritaskan persiapan normal dengan jadwal masuk asrama mulai tanggal 21 April 2026 dan keberangkatan kloter pertama pada 22 April 2026. (Udine)












