DEPOKTIME.COM, Jakarta – Peluncuran lagu Urieui Iyagi sebagai soundtrack film Tolong Saya (Dowajuseyo) menandai pertemuan menarik antara musik Indonesia dan estetika drama Korea.
Lagu ini diperkenalkan ke publik bersamaan dengan rilis poster dan trailer film, menjadi sinyal awal bahwa musik akan memainkan peran penting dalam pengalaman menonton.
Sebagai interpretasi dari lagu ikonik ‘Semua Tentang Kita’ milik Peterpan, ‘Urieui Iyagi’ tidak sekadar mengandalkan nostalgia.
Lagu ini dihadirkan dengan pendekatan emosional yang lebih halus, memanfaatkan kekuatan lirik berbahasa Korea untuk menghadirkan suasana yang lebih intim.
Pilihan bahasa Korea memberi ruang interpretasi baru bagi pendengar. Melodi yang sudah dikenal kini terasa lebih sendu dan personal, seolah mengajak penonton masuk ke dunia perasaan karakter film sebelum cerita bergulir sepenuhnya.
Shakira Jasmine berhasil menghadirkan nuansa tersebut melalui vokal yang lembut dan penuh penghayatan. Karakter suaranya memberi sentuhan manis yang membuat lagu ini terasa hangat, sekaligus kontras dengan genre horor yang diusung film.
Menariknya, lagu ini bukan pengalaman pertama Shakira Jasmine membawakan “Urieui Iyagi’. Ia pernah menyanyikannya bersama NOAH dalam konser NOAH 360°, namun versi yang dipilih untuk ‘Dowajuseyo’ memiliki pendekatan yang lebih sinematik dan emosional.
Soundtrack ini dirancang untuk mempertebal unsur romansa dalam film, terutama konflik cinta segitiga yang menjadi tulang punggung drama. Musik menjadi pengantar emosi, membantu penonton memahami relasi antar karakter sebelum teror muncul.
Pendekatan ini menunjukkan keberanian Heart Pictures dalam memadukan horor dengan romansa melalui musik. Soundtrack tidak lagi sekadar ilustrasi, melainkan alat bercerita yang memegang peran strategis.
Dengan peluncuran ‘Urieui Iyagi’, ‘Dowajuseyo’ menegaskan bahwa musik bisa menjadi jembatan kuat antara emosi penonton dan cerita film, bahkan sebelum lampu bioskop dipadamkan. (Tim/Udine)












