DEPOKTIME.COM, Depok – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan 26 produk kosmetik yang terbukti mengandung bahan berbahaya dan/atau dilarang yang berisiko membahayakan kesehatan masyarakat hasil pengawasan terhadap peredaran kosmetik pada periode Oktober–Desember (Triwulan IV) 2025.
Dari total temuan, sebanyak 15 produk merupakan kosmetik tanpa izin edar (TIE), 10 produk diproduksi melalui kontrak produksi, dan 1 produk merupakan kosmetik impor.
Salah satu merek produk yang mengandung Hidrokinon yakni SN Glowing Brightening Night Cream yang merupakan produk dari PT. Equity Cosmindo Biotech, Kota Depok.
Paparan bahan kimia berupa Hidrokinon tersebut dapat menimbulkan berbagai dampak kesehatan. Hidrokinon dalam kosmetik berpotensi mengakibatkan penggelapan warna kulit, serta perubahan warna kornea dan kuku.
Atas temuan tersebut, Kepala Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, dr. Devi Maryori akan segera menindaklanjuti temuan tersebut.
“Insya Allah jumat ini akan klarifikasi ke PT Equity..,” ujar dr. Devi Maryori kepada awak media, Rabu, 23 September 2026.
Peredaran kosmetik yang mengandung bahan berbahaya dan/atau dilarang merupakan pelanggaran terhadap Pasal 435 ayat (1) jo. Pasal 138 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
Pasal tersebut menyatakan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun atau denda paling banyak Rp 5 miliar bagi setiap orang yang memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar dan/atau persyaratan keamanan, kemanfaatan, dan mutu.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk lebih teliti sebelum membeli dan memakai. Hati2 barang palsu,” tegasnya.
Ia pun mendapat informasi jika Tahun 2025 BPOM sudah ke PT. Equity Cosmindo Biotech berdasarkan temuan kosmetik yang mengandung hidrokinon. Selanjut terhadap pabrik sudah diberikan sanksi administrasi, dan untuk CAPAnya sudah selesai di bulan Maret Tahun 2026.
“Produk sudah tidak ada di database BPOM. Pada waktu itu pihak pabrik sdh melakukan klarifikasi, bahwa itu produk palsu, Bukan hasil produksi pabrik tsb,” pungkasnya.
Sampai berita ini ditayangkan, pihak PT. Equity Cosmindo Biotech belum terkonfirmasi. (Udine)


