Jurnalis Hilang Saat Liput Erupsi Anak Krakatau, Lintas Organisasi Pers di Depok Gelar Doa Keselamatan

DEPOKTIME.COM, Depok – Berbagai organisasi pers di Kota Depok menggelar aksi solidaritas dan doa bersama untuk keselamatan sejumlah jurnalis yang dilaporkan hilang kontak di laut saat menjalankan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau.

​Kegiatan yang diinisiasi oleh Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Depok, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok, dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) ini berlangsung di Depok Open Space (DOS) Kota Depok, pada Kamis, 10 September 2026.

​Aksi solidaritas ini dihadiri oleh sekitar 50 peserta yang terdiri dari jurnalis, insan media, dan anggota komunitas pers di Kota Depok.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Christian Rony Putra; Dandim 0508 Depok, Kolonel Infanteri Ginanjar Wahyutomo dan perwakilan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.

​Rangkaian acara diawali dengan orasi solidaritas pers, dilanjutkan dengan doa bersama untuk memohon keselamatan para insan pers yang hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim SAR, serta penutupan.

Dalam aksi solidaritas tersebut, Ketua Umum IJTI Pusat, Herik Kurniawan mengucapkan keprihatinan sangat mendalam atas peristiwa saat ini, di mana rekan-rekan kita yang sedang melakukan penugasan peliputan di kawasan Krakatau belum ditemukan beberapa hari lalu.

“Kita berharap, kita mendoakan selalu supaya mereka bisa segera ditemukan dalam kondisi sehat walafiat, dan kepada keluarga juga diberi kesabaran sampai nanti informasi yang real, yang terverifikasi bisa diterima, karena saat ini informasi simpang siur di mana-mana,” ucap Herik, Kamis, 10 September 2026.

“Nah, untuk itu juga kami juga merasakan tentu ya, turut prihatin kepada keluarga, dan kita ketahui bahwa para rekan-rekan tersebut, mereka adalah para jihadis, mereka adalah para prajurit tempur, mereka adalah jurnalis terbaik yang kita miliki saat ini,” tambahnya.

Mereka, kata Herik, sedang berjuang untuk mendapatkan informasi, di mana informasi ini sangat penting karena imbas dari di kawasan Krakatau yang sedang bererupsi dan itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

“Untuk itu, kami juga menyampaikan apresiasi kepada kehebatan, keberanian mereka untuk mengambil risiko, mengambil peliputan di kawasan-kawasan yang berbahaya tersebut,” katanya.

Dikesempatan yang sama, Ketua Umum Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat, Dwi Pambudo (Dido) mengungkapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat.

Di mata Dido, rekan-rekan jurnalis yang hilang kontak saat liputan erupsi Gunung Anak Krakatau sejatinya memperjuangkan kemerdekaan pers.

“Pejuang-pejuang jurnalis ini termasuk memperjuangkan kemerdekaan pers, yang sudah tercantum di Undang-Undang Pers Pasal 40,” kata Dido di lokasi.

“Kami berharap insan-insan pers, masyarakat, serta lembaga-lembaga terkait bisa mendoakan dan membantu teman-teman, bisa optimistis bahwa masih selamat dan sehat, kembali kepada keluarga,” sambungnya.

Dido mengapresiasi perjuangan TNI-Polri, Basarnas, hingga nelayan setempat yang berjuang mencari keberadaan 5 jurnalis yang hilang.

Saat ini, PFI terus mengawal proses pencarian, melakukan verifikasi data, serta memberikan pendampingan langsung kepada keluarga korban.

Ia juga meminta publik menghormati privasi keluarga korban yang enggan diwawancarai saat ini.

“Bahwa jurnalis, berita, tetap menjadi hal penting bagi tegaknya pilar demokrasi dan jurnalis tetap sebagai pahlawan demokrasi untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat,” pungkasnya. (Udine)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *