DEPOKTIME.COM, Depok-Warga Depok harus lebih teliti lagi dalam penerimaan obat dari pihak Puskesmas. Pasalnya beberapa Puskesmas yang ada di Kota Depok memberikan obat kadaluarsa kepada para pasien.
Seperti yang terjadi diwilayah Kecamatan Beji Kota Depok yang memberikan obat kadaluarsa serta salep untuk dewasa kepada pasien bayi atas nama MI, anak dari NNG Kelurahan Beji.
Ditemui dirumahnya, NNG menuturkan awalnya ia berangkat berobat ke Puskesmas Beji, Selasa (17/9/2019). Pada saat itu anaknya mengalami demam dan batuk. Usai diperiksa oleh Dokter Umum, ia mengambil obat dibagian farmasi.
“Saya ambil obat dan langsung pulang dan saya tidak periksa kalau itu obat kadaluarsa,” katanya, dikutip dari Akurat.Co pada Selasa(24/09/2019).
Selanjutnya ketika pulang ke rumah ia belum memberikan obat tersebut kepada anaknya. Sebab masih ada sisa obat sebelumnya yang belum habis.
“Untung nya belum minum, masih minum obat yang lama. Nah pada saat tiga hari kan obat yang lama habis, akhirnya saya mau memberikan obat yang baru dari Puskesmas. Eh pas saya periksa obatnya ternyata kadaluarsa,” jelasnya.
Seminggu setelah itu dirinya dan anaknya kembali berobat ke Puskesmas Beji, karena anaknya MI gatal – gatal bagian kulit.
“Saya berobat lagi tuh dikasih salep, kami pakai Salep itu. Eh bukan tambah sembuh malah tambah sakit sampai anak saya kulit belakang kepala kemerahan dan terkelupas,” tuturnya.
Dengan keadaan anak yang tambah sakit sampai kulit belakang kepala kemerahan dan terkelupas, maka langsung dibawa kedokter spesialis.
“Akhirnya saya bawa ke Dokter spesialis di Beji Timur. Dari sana mengatakan bahwa obat Salep itu ternyata untuk Dewasa,” lanjutnya.
Dirinya sangat kecewa dengan hal tersebut. Sebab apa yang dilakukan pihak Puskesmas bisa mengancam jiwa pasien.
“Meski mereka datang dan minta maaf, ini sangat bahaya. Untung anak saya tak minum kalau minum gimana,” pungkasnya.
Sebelumnya Kepala Puskesmas Beji, dr Yulia membenarkan bahwa telah terjadi pemberian obat kadaluarsa kepada pasien bayi MI.
“Benar kita mengakuinya bahwa petugas kami memberikan obat kadaluarsa,” ujarnya.
Ia mengaku bahwa pihaknya setelah mendapat informasi langsung mengecek ke alamat tinggal pasien.
“Kami udah cek langsung ke rumah pasien dan Allhamdulillah obat nya tidak diminum dan kami udah ganti. Obat itu sudah expireds selama 3 bulan,” imbuhnya.
Sampai berita ini diturunkan, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Novarita enggan memberikan keterangan terkait hal tersebut saat dikonfirmasi oleh awak media Depoktime.com melalui aplikasi Whatsapp. Dirinya hanya membaca pesan whatsapp dan tidak membalasnya. (Udine/DT).












