Hudaya Gak Mau Pusing, Siswa SMPN 3 Depok Terpaksa Belajar Tanpa Kelengkapan Kursi dan Meja

SMPN
Seorang siswa membawa meja lipat usai giat belajar. (Foto: screenshot video)

DEPOKTIME.COM, Sukmajaya – Tak adanya kelengkapan sarana dan prasarana di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Depok membuat para siswa dari kelas 7A hingga 7K, serta sebagian siswa kelas 8 harus terpaksa bertahan belajar di lantai.

Hal itu disebabkan sampai saat ini masih belum adanya solusi bagi kurang lebih 20 ruang kelas yang belum memiliki meja dan kursi untuk siswa SMPN 3 Depok beraktivitas didalam kelas.

Menanggapai hal tersebut, Kepala Sekolah SMPN 3 Depok, Hudaya tidak ambil pusing mengenai persoalan tersebut, karena menurutnya mulai dari pembangunan gedung sekolah sampai pengadaan meja dan kursi masih merupakan tanggung jawab Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disrumkim).

“Biar jelas tanya aja ke Disrumkim Pemkot, yang bangun dinas tersebut,” kata Hudaya saat dikonfirmasi, Selasa, 2 Juni 2026.

Dirinya mengklaim bahwa pihaknya hanya menggunakan sekolah yang sudah jadi saja. Tidak mengurusi persoalan meja dan kursi untuk siswa belajar.

“Sekolah mah hanya pemakai siap nempatin, semua fasilitas dari dinas tersebut (Disrumkim), termasuk meja dan kursi,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriyatna sudah memberikan batas waktu hingga akhir bulan Mei kepada Dinas Pendidikan agar menyelesaikan persoalan meja dan kursi SMPN 3 Depok namun tidak juga terealisasi.

“Menjadi catatan untuk kita semua, kurangnya sense of crisis, hampir setengah tahun siswa belajar tanpa meja kursi,” kata Ade.

Politisi PKS ini menjelaskan, jika sumber anggaran pengadaan meubelair dari Belanja Tidak Terduga (BTT) maka proses pengadaannya pun merujuk pada kondisi kedaruratan, yakni mudah dan cepat.

“Tentunya tanpa mengabaikan aspek kualitas dan kepatuhan ketentuan hukum pengadaan barang jasa,” terangnya.

Mengenai hal tersebut, orang tua siswa SMPN 3 Depok, MI (45) mengaku kalau pinggang anaknya mengalami kesakitan diduga karena disebabkan berbulan-bulan belajar duduk di lantai saat belajar.

“Iya anaknya saya ngeluh pinggangnya sakit. Lagian berbulan-bulan belajar di lantai sih,” pungkasnya.

Sebelumnya, diberitakan bahwa setelah menghabiskan dana anggaran sebanyak 28 miliar untuk pembangunan gedung baru Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Kota Depok, tetapi para siswa harus membawa meja belajar sendiri dari rumah masing-masing untuk mengikuti aktifitas belajar.

Dari total sebanyak 33 rombongan belajar (Rombel) atau kelas, hanya 17 kelas yang twrsedia fasilitas meja dan kursi. Dan 16 kelas harus rela belajar dengan meja lipat yang dibawa dari rumah.

Kondisi ini dinilai sangat ironis, mengingat gedung baru SMPN 3 menelan anggaran sebanyak 28 miliar. Namun, anggaran fantastis tersebut hanya diperuntukan untuk pembangunan fisik gedung tanpa disertai pengadaan fasilitas seperti meja dan kursi bagi siswa. (Udine)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *