Ade Yuliasih Dorong Penguatan Sinergi Jaga Stabilitas Keamanan dan Ketahanan Sosial di Banten

DEPOKTIME. COM, Banten – Anggota DPD RI Provinsi Banten, Ade Yuliasih, menekankan pentingnya sinergi antara lembaga legislatif, pemerintah, aparat penegak hukum, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, dan ketahanan sosial di Provinsi Banten. Hal tersebut disampaikannya saat kegiatan reses di Polda Banten, Cipocok Jaya, Kota Serang, Rabu, 22 Juli 2026.

Menurut Ade Yuliasih, letak geografis Provinsi Banten yang berbatasan langsung dengan sejumlah provinsi menjadikan wilayah ini memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga stabilitas keamanan. Ia menilai berbagai persoalan, seperti tindak kriminal dan penyalahgunaan narkotika, perlu dihadapi melalui kerja sama seluruh pihak.

“Keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum. Pemerintah, lembaga negara, tokoh agama, dan masyarakat harus bersinergi agar berbagai persoalan yang terjadi di daerah dapat diselesaikan secara bersama-sama,” ujar Ade.

Ia juga menyoroti tingginya kasus kekerasan seksual di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak. Menurutnya, upaya pencegahan perlu diperkuat melalui koordinasi dengan para ulama, tokoh masyarakat, dan instansi terkait.

“Pencegahan kekerasan seksual tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan edukasi, penguatan nilai-nilai moral, serta kolaborasi dengan para ulama dan seluruh pemangku kepentingan agar masyarakat mendapat perlindungan yang lebih baik,” katanya.

Selain itu, Ade Yuliasih menyampaikan rencana untuk memperkuat koordinasi dengan Kementerian Agama dalam membahas berbagai persoalan sosial, termasuk tingginya angka perceraian, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga.

“Ketahanan keluarga merupakan pondasi dalam membangun masyarakat yang harmonis. Karena itu, persoalan seperti tingginya angka perceraian juga perlu menjadi perhatian bersama melalui kolaborasi antara pemerintah, Kementerian Agama, dan seluruh elemen masyarakat,” tutup Ade Yuliasih.

Dalam kesempatan tersebut, Polda Banten juga memaparkan enam program prioritas yang menjadi fokus dalam mendukung keamanan, ketertiban, dan kesejahteraan masyarakat, yakni DIMTAQ (Disiplin, Iman, dan Taqwa), PECAK (Pergerakan Cepat Anggota Kepolisian), Suling-Jumling-Minggu Kasih (Subuh Keliling, Jumat Keliling, dan Minggu Kasih), WARBIN (Warung Bhabinkamtibmas), POLIRAN (Polisi Peduli Pengangguran), POLDIK (Polisi Peduli Pendidikan). Program-program tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan di Provinsi Banten. (Udine)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *